hal yang perlu di
perhatikan sebelum melakukan vaksin
Cari tahu informasi
akurat. Terdapat begitu banyak informasi keliru tentang vaksin di dunia
maya. Sangat penting bahwa kita selalu merujuk kepada informasi dari
sumber-sumber terpercaya seperti Kementerian Kesehatan, UNICEF, dan
WHO. Anggota masyarakat yang ragu tentang kondisinya dapat
berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang boleh atau tidak menerima
vaksin. Saat ini, secara umum, seseorang dengan kondisi berikut sebaiknya tidak
menerima vaksin COVID-19 demi menghindari kejadian ikutan pasca vaksinasi
(KIPI):
-
Orang dengan riwayat reaksi alergi berat terhadap kandungan vaksin COVID-19
-
Orang yang sedang sakit atau sedang mengalami gejala COVID-19 (vaksinasi dapat
dilakukan setelah sembuh dan dengan persetujuan dokter).
1. Berkonsultasi
dengan dokter. Orang yang
pernah mengalami reaksi alergi berat setelah menerima vaksin, atau memiliki
obat yang dikonsumsi secara rutin, perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih
dahulu sebelum mengikuti program vaksinasi.
2. Pastikan tubuh
dalam kondisi bugar. Beristirahat dan
minumlah air putih yang cukup agar Anda merasa bugar pada hari vaksinasi.
hal yang perlu di perhatikan saat menerima vaksin
Ikuti protokol
kesehatan. Pastikan Anda selalu mengikuti aturan kesehatan pada lokasi
vaksinasi, misalnya menjaga jarak saat menunggu panggilan atau mengenakan
masker.
1. Berterus terang
tentang kondisi diri sendiri. Sampaikan kepada tenaga kesehatan jika Anda memiliki kondisi
yang harus diperhatikan, seperti sedang mengandung atau mengalami gangguan
kekebalan tubuh.
2. Simpan bukti
vaksinasi. Penerima vaksin
akan menerima kartu yang menyatakan jenis vaksin COVID-19 yang diterima, waktu,
dan lokasi vaksinasi. Simpan kartu ini dengan baik kalau-kalau dibutuhkan pada
masa mendatang.
hal yang perlu di perhatikan sesudah menerima vaksin
1. Ikuti prosedur
pemantauan. Setelah
vaksinasi, tenaga kesehatan biasanya meminta penerima vaksin menunggu sekitar
15 menit di lokasi untuk memastikan tidak ada reaksi atau KIPI yang bersifat
segera. Perlu diketahui, KIPI serius amat sangat jarang terjadi.
2. Tetap antisipasi
reaksi vaksin. Vaksin bertujuan
memberikan kekebalan tubuh tanpa harus terkena penyakit. Kekebalan tubuh dapat
terbangun tanpa berbagai reaksi, namum terdapat pula beberapa gejala KIPI umum,
yang ringan hingga sedang, dan akan hilang dengan sendirinya dalam
hitungan hari.
Beberapa bentuk KIPI
ringan hingga sedang yang mungkin dialami pasca vaksinasi adalah:
- Rasa pegal di
sekitar area suntik
- Demam ringan
- Rasa lelah
- Sakit kepala
- Pegal pada otot atau
sendi
- Menggigil
- Diare
Apabila tubuh
mengalami reaksi setelah vaksinasi:
- Tetap tenang
- Jika terjadi reaksi
seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air
dingin pada lokasi tersebut
- Jika terjadi demam,
kompres dengan air hangat/mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih
dan istirahat.
- Jika dibutuhkan,
minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
Segera hubungi petugas
kesehatan jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari atau jika terjadi reaksi
yang lebih berat.
3. Bersabar. Tubuh perlu waktu untuk membangun
kekebalan. Seseorang baru dapat dikatakan divaksinasi, setidaknya 2 minggu
setelah dosis lengkap.
4. Jaga diri dan orang
lain. Vaksin-vaksin
yang tersedia menunjukkan efektivitas tinggi dalam melindungi penerimanya dari
kejadian sakit berat akibat COVID-19. Akan tetapi, orang yang sudah divaksin
masih mungkin menularkan COVID-19, meskipun tanpa gejala. Sebab itulah, kita
harus tetap mengikuti protokol kesehatan demi diri sendiri dan orang
lain—hindari kerumunan, jaga jarak, rajin mencuci tangan, dan selalu kenakan
masker di luar rumah.
Sumber Berita
: https://www.unicef.org/indonesia/id