Kegiatan
di posyandu antara lain memberi layanan penimbangan, mengukur tinggi badan dan
berat badan, mengukur lingkar kepala, pemberian imunisasi, penyuluhan
kesehatan, pembinaan kader posyandu, sampai pemeriksaan ibu hamil.
Kepala UPT Puskesmas
Sambaliung dr. Hj. Sulistiawati, M.A.P kemarin, menjelaskan posyandu adalah
salah-satu wadah pemberian informasi tentang kesehatan ibu dan anak untuk dapat
membantu mengawasi kesehatan wilayah yang berbasis UKBM (Usaha Kesehatan
Bersumber Daya Masyarakat).
"Melalui
posyandu tumbuh-kembangnya kesehatan balita bisa terpantau, bila balita itu di
setiap bulannya rutin melakukan pemeriksaannya," katanya.
Sebab, para
kader kesehatan posyandu akan mengisi Buku Pink atau Buku Kesehatan Ibu dan
Anak. Kebanyakan orang menyebutnya Buku Pink, sesuai dengan warnanya. Buku ini
berisi catatan kesehatan ibu dan anak, mulai dari catatan berisi informasi
kehamilan, persalinan dan nifas.
Dari buku
inipun tumbuh-kembang balita dapat terkontrol. Dari buku ini bisa terdeteksi
kelainan sedini yang mungkin terjadi. Semisal perkembang balita yang lambat
atau gizi kurang, sehingga bisa dilaporkan kepada petugas kesehatan dan
ditangani.
Lebih lanjut
disampaikan, oleh karena itu diharapkan seluruh orangtua balita bisa
menyempatkan diri di setiap bulannya untuk melakukan mendatangi Posyandu karena
banyak sekali manfaat, "terutama untuk tumbuh-kembang balita."
Selain itu,
para ibu hamil pun dengan datang ke posyandu akan mendapat banyak ilmu
pengetahuan kesehatan masa kehamilan dan mulai menjaga kehamilan, pola makan,
cara melahirkan yang baik dan benar, serta cara merawat bayi setelah
melahirkan.
"Bila
semua hal ini dilaksanakan dengan baik dan benar, maka pencegahan kematian ibu
dan bayi melahirkan bisa berkurang," dr. Hj. Sulistiawati, M.A.P